glot.space
Blog

Tabel Hiragana: 46 Huruf, Bunyinya, dan Contoh Kata Sungguhan

Tabel hiragana lengkap untuk pemula: baca semua 46 huruf, tambahkan tanda dakuten dan yōon, lalu bereskan tiga partikel yang bikin semua orang tersandung.

By glot.space·

Apa itu hiragana?

Hiragana (ひらがな) adalah aksara pertama dari tiga aksara Jepang yang sebaiknya kamu pelajari. Tabel hiragana ini memuat seluruh 46 huruf dasar, dan masing-masing mewakili satu mora, yaitu satu ketukan. Bahasa Jepang menulis kata asli, partikel tata bahasa, dan akhiran kata kerja dengan hiragana, dan bentuknya yang membulat serta mengalir langsung membedakannya dari katakana yang bersudut.

Tabel hiragana: seluruh 46 huruf dasar

Berikut tabel hiragana lengkapnya. Setiap baris memuat hurufnya, romaji dalam sistem Hepburn (romanisasi yang dipakai di rambu jalan Jepang, di paspor, dan di sebagian besar buku pelajaran), petunjuk bunyi yang disusun untuk telinga orang Indonesia, serta satu kata Jepang sungguhan yang memakainya.

Sebelum menghafal apa pun, ada baiknya kamu melihat logika kisi ini. Lima vokal datang lebih dulu, dengan urutan a, i, u, e, o, dan setiap konsonan sesudahnya berpasangan dengan lima vokal yang sama dalam urutan yang sama. Itulah sebabnya か き く け こ dibaca ka, ki, ku, ke, ko. Tabel ini disebut gojūon, “lima puluh bunyi”; dua hurufnya, ゐ (wi) dan ゑ (we), dihapus dalam pembaruan ejaan Jepang tahun 1946, sehingga tersisa 46 huruf di bawah ini.

Ada kabar baik untuk penutur bahasa Indonesia. Ejaan kita sudah sangat fonetis, jadi banyak bunyi Jepang bisa ditulis apa adanya. Huruf c kita pada “cinta” persis bunyi chi, dan r kita yang ringan sudah mendekati baris ra, dua hal yang harus dilatih berbulan-bulan oleh penutur bahasa Inggris. Satu hal yang perlu kamu jaga: e dalam bahasa Jepang selalu e jelas seperti pada “enak”, bukan e pepet seperti pada “emas”.

HiraganaRōmajiBunyinya sepertiContoh kata
aseperti “a” pada “apa”あさ (asa) pagi
iseperti “i” pada “ini”いぬ (inu) anjing
useperti “u” pada “buku”, bibir rileksうみ (umi) laut
eseperti “e” pada “enak”, bukan e pepetえき (eki) stasiun kereta
oseperti “o” pada “toko”おと (oto) suara
kaseperti “ka” pada “kaki”かさ (kasa) payung
kiseperti “ki” pada “kita”きもの (kimono) kimono
kuseperti “ku” pada “kuda”くつ (kutsu) sepatu
keseperti “ke” pada “kera”, e jelasけさ (kesa) pagi ini
koseperti “ko” pada “kota”こども (kodomo) anak
saseperti “sa” pada “satu”さかな (sakana) ikan
shiseperti “syi”, sy pada “syarat”しま (shima) pulau
suseperti “su” pada “susu”すし (sushi) sushi
seseperti “se” pada “sehat”, e jelasせかい (sekai) dunia
soseperti “so” pada “soto”そら (sora) langit
taseperti “ta” pada “tas”たまご (tamago) telur
chiseperti “ci” pada “cinta”ちち (chichi) ayah
tsuseperti “ts”, bunyi yang baru bagi telinga kitaつき (tsuki) bulan
teseperti “te” pada “tempe”, e jelasてがみ (tegami) surat
toseperti “to” pada “toko”とり (tori) burung
naseperti “na” pada “nama”なつ (natsu) musim panas
niseperti “ni” pada “nilai”にく (niku) daging
nuseperti “nu” pada “nusa”ぬの (nuno) kain
neseperti “ne” pada “nenek”, e jelasねこ (neko) kucing
noseperti “no” pada “nomor”のり (nori) rumput laut kering
haseperti “ha” pada “hari”はな (hana) bunga
hiseperti “hi” pada “hitam”ひと (hito) orang
fuantara “f” dan “h”, seperti meniup lilinふゆ (fuyu) musim dingin
heseperti “he” pada “hebat”, e jelasへや (heya) kamar
hoseperti “ho” pada “hormat”ほし (hoshi) bintang
maseperti “ma” pada “mata”まど (mado) jendela
miseperti “mi” pada “minum”みみ (mimi) telinga
museperti “mu” pada “murid”むし (mushi) serangga
meseperti “me” pada “meja”, e jelasめ (me) mata
moseperti “mo” pada “motor”もり (mori) hutan
yaseperti “ya” pada “yang”やま (yama) gunung
yuseperti “yu” pada “yuk”ゆき (yuki) salju
yoseperti “yo” pada “ayo”よる (yoru) malam
ra“ra” dengan lidah disentuh sekali, r ringanさくら (sakura) bunga sakura
ri“ri”, r ringanりんご (ringo) apel
ru“ru”, r ringanくるま (kuruma) mobil
re“re”, r ringan, e jelasれきし (rekishi) sejarah
ro“ro”, r ringanろく (roku) enam
waseperti “wa” pada “wanita”わたし (watashi) saya
o (wo)dibaca “o”; hanya sebagai partikel objekみずをのむ (mizu o nomu) minum air
nbunyi n, m, atau “ng” lembut yang menutup ketukanほん (hon) buku

Empat huruf keluar dari pola dan hampir semua orang tersandung di sini. し dibaca shi, bukan “si”. ち dibaca chi, bukan “ti”, dan di sini kamu sudah punya bunyinya lewat huruf c. つ dibaca tsu, bukan “tu”. Dan ふ dibaca fu, bunyi lembut di tengah jalan antara f dan h, dihasilkan dengan meniupkan udara di antara bibir yang sedikit membulat, bukan dengan menggigit bibir bawah. Dua baris terakhir adalah kasus khusus tersendiri, dan keduanya mendapat bagiannya di bawah.

Tabel hiragana dengan dakuten dan handakuten

Tambahkan dua garis pendek di sudut kanan atas sebuah huruf, dan konsonannya berubah menjadi bersuara. Tanda itu disebut dakuten, dijuluki ten-ten (“titik titik”), dan pergantiannya benar-benar teratur: k menjadi g, s menjadi z, t menjadi d, dan h menjadi b. Ganti kedua garis itu dengan lingkaran kecil, yaitu handakuten (atau maru, “lingkaran”), khusus pada baris h, dan kamu mendapat p.

Ini bukan 25 huruf baru, melainkan satu tanda yang duduk di atas bentuk yang kamu baca lima menit lalu. Dua pasang jatuh pada bunyi yang sama: じ dan ぢ sama-sama “ji”, ず dan づ sama-sama “zu”. Ejaan modern hampir selalu memilih じ dan ず, sementara ぢ dan づ bertahan di beberapa kata majemuk yang masih memperlihatkan ち atau つ aslinya.

Satu catatan untuk baris z: bunyinya bergetar di tenggorokan, berbeda dari s biasa. Letakkan tangan di leher, dan kalau tidak terasa bergetar, kamu masih mengucapkan sa.

HiraganaRōmajiBunyinya sepertiContoh kata
gaseperti “ga” pada “gagal”めがね (megane) kacamata
giseperti “gi” pada “gigi”ぎんこう (ginkō) bank
guseperti “gu” pada “guru”かぐ (kagu) perabot
geseperti “ge” pada “gesek”, e jelasげんき (genki) sehat dan bersemangat
goseperti “go” pada “gotong”ごはん (gohan) nasi, santapan
za“za” bergetar, seperti dengung lebahひざ (hiza) lutut
jiseperti “ji” pada “jika”じかん (jikan) waktu
zu“zu” bergetar di tenggorokanみず (mizu) air
ze“ze” bergetar, e jelasかぜ (kaze) angin
zo“zo” bergetarぞう (zō) gajah
daseperti “da” pada “dari”からだ (karada) tubuh
jibunyi yang sama dengan じ (jarang)はなぢ (hanaji) mimisan
zubunyi yang sama dengan ず (jarang)つづく (tsuzuku) berlanjut
deseperti “de” pada “desa”, e jelasでんわ (denwa) telepon
doseperti “do” pada “dosa”どようび (doyōbi) Sabtu
baseperti “ba” pada “baju”ことば (kotoba) kata, bahasa
biseperti “bi” pada “bibi”へび (hebi) ular
buseperti “bu” pada “buku”ぶた (buta) babi
beseperti “be” pada “bebek”, e jelasなべ (nabe) panci, hidangan rebus
boseperti “bo” pada “bola”ぼうし (bōshi) topi
paseperti “pa” pada “pagi”かんぱい (kanpai) bersulang!
piseperti “pi” pada “pipi”えんぴつ (enpitsu) pensil
puseperti “pu” pada “pukul”てんぷら (tenpura) tempura
peseperti “pe” pada “perak”, e jelasぺらぺら (perapera) lancar
poseperti “po” pada “pohon”さんぽ (sanpo) jalan-jalan

Dua puluh lima bunyi tambahan, tanpa satu pun bentuk baru.

Yōon: ゃ, ゅ, dan ょ kecil

Ambil huruf mana pun dari kolom i (き, し, ち, に, ひ, み, り, ぎ, じ, び, ぴ), lalu ikuti dengan ゃ, ゅ, atau ょ berukuran setengah. Keduanya memampat menjadi satu ketukan: き (ki) ditambah ゃ kecil menghasilkan きゃ (kya), satu mora saja, bukan “ki-ya”. Gabungan seperti ini disebut yōon, dan kata bilangan Jepang serta kosakata serapan dari bahasa Tionghoa terus-menerus bersandar padanya.

Ukuranlah yang menentukan segalanya, dan perbedaannya tidak lagi halus begitu kamu tahu apa yang harus dicari. びょういん (byōin) berarti rumah sakit. びよういん (biyōin), dengan よ berukuran penuh, berarti salon kecantikan.

HiraganaRōmajiBunyinya sepertiContoh kata
きゃkya“kya” dalam satu ketukanきゃく (kyaku) tamu, pelanggan
きゅkyu“kyu” dalam satu ketukanきゅう (kyū) sembilan
きょkyo“kyo” dalam satu ketukanきょう (kyō) hari ini
しゃshaseperti “sya” pada “syarat”しゃしん (shashin) foto
しゅshuseperti “syu” pada “syukur”しゅみ (shumi) hobi
しょsho“syo” dalam satu ketukanしょうゆ (shōyu) kecap asin
ちゃchaseperti “ca” pada “cara”おちゃ (ocha) teh
ちゅchuseperti “cu” pada “cuci”ちゅうい (chūi) hati-hati
ちょchoseperti “co” pada “coba”ちょっと (chotto) sedikit
にゃnyaseperti “nya” pada “nyata”こんにゃく (konnyaku) konjak
にゅnyu“nyu”, ny seperti pada “nyata” plus uぎゅうにゅう (gyūnyū) susu
にょnyoseperti “nyo” pada “nyonya”にょうぼう (nyōbō) istri
ひゃhya“hya” dalam satu ketukanひゃく (hyaku) seratus
ひゅhyu“hyu” dalam satu ketukanjarang dipakai dalam kata asli Jepang
ひょhyo“hyo” dalam satu ketukanひょう (hyō) tabel
みゃmya“mya” dalam satu ketukanみゃく (myaku) denyut nadi
みゅmyu“myu” dalam satu ketukanjarang dipakai dalam kata asli Jepang
みょmyo“myo” dalam satu ketukanみょうじ (myōji) nama keluarga
りゃrya“rya”, r ringanりゃく (ryaku) singkatan
りゅryu“ryu”, r ringanりゅう (ryū) naga
りょryo“ryo”, r ringanりょこう (ryokō) perjalanan
ぎゃgya“gya” dalam satu ketukanぎゃく (gyaku) kebalikan
ぎゅgyu“gyu” dalam satu ketukanぎゅうにく (gyūniku) daging sapi
ぎょgyo“gyo” dalam satu ketukanぎょうざ (gyōza) pangsit
じゃjaseperti “ja” pada “jalan”じゃがいも (jagaimo) kentang
じゅjuseperti “ju” pada “juga”じゅぎょう (jugyō) pelajaran
じょjoseperti “jo” pada “joget”じょせい (josei) perempuan
びゃbya“bya” dalam satu ketukanさんびゃく (sanbyaku) tiga ratus
びゅbyu“byu” dalam satu ketukanjarang dipakai dalam kata asli Jepang
びょbyo“byo” dalam satu ketukanびょういん (byōin) rumah sakit
ぴゃpya“pya” dalam satu ketukanはっぴゃく (happyaku) delapan ratus
ぴゅpyu“pyu” dalam satu ketukanjarang dipakai dalam kata asli Jepang
ぴょpyo“pyo” dalam satu ketukanはっぴょう (happyō) presentasi

Empat dari gabungan itu nyaris tidak muncul dalam kata asli Jepang, dan lebih jujur menyebutkannya terus terang daripada berpura-pura setiap kotak layak berada di sana. ひゅ, みゅ, びゅ, dan ぴゅ umumnya muncul pada kata serapan, yang toh ditulis dengan katakana.

Hiragana dan katakana: masing-masing bertugas apa

Kedua aksara mencakup 46 bunyi yang sama persis, jadi か dan カ sama-sama “ka”. Yang memisahkan keduanya adalah tugasnya, bukan pelafalannya: hiragana mengurus tata bahasa, katakana adalah jalur impor.

Hiragana menulis kata asli Jepang seperti ここ (koko, di sini), partikel tata bahasa は, が, を, に, で, へ, dan の, serta okurigana, yaitu akhiran kata kerja dan kata sifat yang menggantung pada akar kanji. 食べる (taberu, makan) mempertahankan 食 sebagai kanji dan menulis べる dengan hiragana, sehingga 食べます dan 食べた berganti kala tanpa menyentuh kanjinya. Hiragana juga menyediakan furigana, yaitu petunjuk baca yang dicetak di samping kanji yang belum dikenal.

Katakana mengurus wilayah yang lebih sempit: kata serapan, nama asing, kata tiruan bunyi, nama ilmiah hewan dan tumbuhan, serta penekanan. Tabel katakana adalah pendamping halaman ini, disusun dengan tata letak yang sama, dan itulah yang sebaiknya kamu baca berikutnya. Buang katakana dari sebuah teks dan sebagian besar isinya masih masuk akal; buang hiragananya dan semuanya berantakan.

Kasus khusus: っ, ん, dan partikel は, へ, を

Tiga aturan ini menyebabkan lebih banyak kesalahan pemula daripada 46 huruf digabungkan.

っ kecil menggandakan konsonan berikutnya. つ berukuran setengah yang terselip di antara dua huruf sama sekali tidak dibaca “tsu”. Ia menahan konsonan sesudahnya selama satu ketukan tanpa suara, seperti jeda di tengah kata “oh-oh”. Jeda itu adalah satu mora penuh, jadi lamanya sama dengan huruf mana pun dalam kata tersebut.

Tanpa っDengan っApa yang berubah
きて (kite) datanglahきって (kitte) perangkoki-te menjadi ki-(tahan)-te
おと (oto) suaraおっと (otto) suamio-to menjadi o-(tahan)-to
あさり (asari) kerangあっさり (assari) ringan, sederhanatiga ketukan menjadi empat

Minta きて di loket kantor pos, dan kamu baru saja menyuruh petugasnya mendekat. Minta きって, dan kamu mendapat perangkomu. Dalam cetakan, っ kecil duduk jelas lebih rendah daripada つ utuh, jadi latih matamu pada ukuran, bukan pada bentuk.

ん adalah satu-satunya konsonan yang berdiri sendiri. Setiap huruf lain dalam tabel berupa vokal atau konsonan ditambah vokal. ん adalah bunyi sengau yang berdiri sendiri dan dihitung sebagai satu ketukan: ほん (hon, buku) terdiri atas dua ketukan, ho dan n, bukan satu suku kata seperti perlakuan bahasa Indonesia. Huruf ini tidak pernah mengawali kata Jepang.

Bunyinya menyesuaikan diri dengan apa pun yang mengikutinya, dan itulah sebabnya さんぽ (sanpo, jalan-jalan) terdengar lebih dekat ke “sampo” dan りんご (ringo, apel) mengambil bunyi “ng”. Kamu sudah melakukannya dalam bahasa Indonesia setiap kali mengucapkan “sanggup”: ucapkan katanya pada kecepatan normal, dan mulutmu mengurusnya sendiri.

は, へ, dan を berganti cara baca saat menjadi partikel. Inilah sumber kebingungan terbesar bagi pemula, dan ini peninggalan ejaan kana lama yang sengaja dipertahankan oleh aturan modern Jepang.

Untungnya gagasan partikel tidak sepenuhnya asing bagimu. Bahasa Indonesia juga menempelkan partikel kecil di belakang kata untuk mengubah peran atau penekanannya, seperti -lah, -kah, dan -pun pada “dialah”, “benarkah”, dan “sekali pun”. Bedanya, partikel Jepang berdiri terpisah dan menandai peran tata bahasa: mana pokok kalimat, mana objek, mana arah tujuan.

HurufCara baca biasaSebagai partikelYang ditandai
hawapokok kalimat
heearah, ke mana sesuatu menuju
wooobjek langsung kata kerja

Beginilah ketiganya bekerja:

  • わたしはがくせいです。(Watashi wa gakusei desu.) “Saya seorang pelajar.” は di sini dibaca “wa”.
  • がっこうへいきます。(Gakkō e ikimasu.) “Saya pergi ke sekolah.” へ di sini dibaca “e”.
  • みずをのみます。(Mizu o nomimasu.) “Saya minum air.” を dibaca “o”.

Aturannya bergantung pada posisi, bukan kebetulan, dan itu membuatnya jauh lebih mudah daripada kesan awalnya. Di dalam kata biasa, は selalu “ha”: はな (hana) berarti bunga, tidak pernah “wana”. Baru ketika は berdiri di antara dua bagian kalimat, ia menjadi “wa”. Begitu pula へ. を bahkan lebih sederhana: ia hanya ada sebagai partikel objek, jadi selalu dibaca “o”.

Ada satu kasus terkenal yang duduk tepat di garis batas. こんにちは (konnichiwa, halo) dan こんばんは (konbanwa, selamat malam) sama-sama berakhir dengan は yang dibaca “wa”, karena masing-masing dulunya adalah kalimat utuh dengan こんにち (“hari ini”) sebagai pokoknya. Sapaannya membeku, dan partikelnya tertinggal di dalam.

Vokal panjang: おう atau おお, えい atau ええ

Menahan satu vokal selama dua ketukan alih-alih satu mengubah kata itu sepenuhnya. おばさん (obasan) berarti “bibi”; おばあさん (obāsan) berarti “nenek”. Satu あ tambahan adalah seluruh perbedaannya.

Katakana menandainya dengan satu garis (ー). Hiragana justru mengulang huruf vokalnya:

Bunyi panjangDitulis sebagaiContoh
āあ + あおかあさん (okāsan) ibu
īい + いおにいさん (oniisan) kakak laki-laki
ūう + うくうき (kūki) udara
ēえ + い (biasanya)せんせい (sensei) guru
ōお + う (biasanya)ありがとう (arigatō) terima kasih

Dua baris terbawah adalah tempat para pelajar tersandung. Bunyi “e” panjang biasanya ditulis えい dan “o” panjang biasanya ditulis おう, meskipun keduanya keluar sebagai satu vokal yang ditahan dalam percakapan biasa. せんせい terdengar jauh lebih dekat ke “sensē” daripada ke “sen-sei”, dan とうきょう (Tōkyō) adalah to-o-kyo-o, empat ketukan, bukan tiga suku kata seperti “Tokyo” yang biasa kita ucapkan.

Sederet kata yang pendek dan benar-benar tertutup melanggar pola ini dan memakai おお: おおきい (ōkii, besar), おおい (ōi, banyak), とおい (tōi, jauh), とお (tō, sepuluh), こおり (kōri, es), おおかみ (ōkami, serigala), dan ほのお (honō, nyala api). Tidak ada aturan yang bersembunyi di balik pembagian ini, hanya sejarah, jadi hafalkan yang sedikit ini lewat penglihatan dan tulis おう di semua tempat lain. ええ bahkan lebih jarang, dan terutama muncul pada おねえさん (onēsan, kakak perempuan).

Hiragana yang mirip, dikelompokkan untuk dipelajari

Pelajari huruf-huruf ini secara berkelompok, jangan pernah satu per satu. Matamu mengenali bentuk lewat perbandingan, jadi menaruh si kembar tepat di sebelahnya adalah hal yang membuat masing-masing melekat.

れ / ね / わ. Ketiganya dibuka dengan garis tegak yang sama, dan perbedaannya ada pada cara goresan kedua berakhir. ね terikat menjadi simpul di bagian bawah, dan ねこ berarti kucing, jadi bayangkan ekor yang melingkar. わ melengkung lalu berhenti. れ menendang keluar ke kanan dan ke atas.

さ / き / ち. Hitung dulu garis melintangnya: き punya dua, さ dan ち masing-masing satu. Lalu periksa ekornya, sebab ち pada dasarnya adalah さ yang menghadap arah sebaliknya, sebuah bayangan cermin.

は / ほ / ま. は dan ほ berdiri di atas garis tegak di sisi kiri; ま tidak punya kaki itu. ほ hanyalah は dengan satu garis melintang tambahan, sedangkan ま berakhir dengan simpul di bawah yang tidak dimiliki keduanya.

る / ろ. Identik kecuali pada ujungnya. る melingkar menjadi simpul kecil; ろ berhenti dalam keadaan terbuka. Bersimpul berarti ru, terbuka berarti ro.

ぬ / め. Trik yang sama berlaku lagi. ぬ berakhir dengan simpul, seperti mi yang dililitkan pada sumpit; め berhenti tanpa simpul itu. Kalau kamu bisa membedakan る dari ろ, pasangan ini pun sudah kamu kuasai.

Bahasa Jepang duduk di papan atas daftar bahasa tersulit untuk dipelajari, dan menjalankan tiga aksara sekaligus adalah bagian besar dari alasannya. Hiragana adalah yang terkecil dan paling bersahabat di antara ketiganya.

Cara belajar hiragana dalam seminggu

Rencana tujuh hari yang realistis: sepuluh huruf sehari, lalu tanda-tandanya, lalu membaca sungguhan. Sepuluh sampai dua puluh menit terfokus setiap hari mengalahkan satu sesi panjang di akhir pekan.

  1. 1
    Hari 1: lima vokal dan baris k

    Sepuluh huruf, dan sisa kisinya terbuka dari sini. Tulis masing-masing lima kali sambil mengucapkan bunyinya dengan suara keras, supaya tangan dan telinga belajar bersama. Ikuti urutan goresan sejak awal: atas sebelum bawah, kiri sebelum kanan, dan garis melintang sebelum garis tegak yang memotongnya. Tulisan tangan yang dibangun dengan urutan keliru terlihat janggal bagi mata penutur asli, bahkan ketika seluruh goresannya ada.

  2. 2
    Hari 2 dan 3: baris s, t, n, dan h

    Dua puluh huruf lagi, sepuluh sehari. Blok ini memuat empat bunyi yang paling sering salah diucapkan orang asing: し adalah shi, ち adalah chi, つ adalah tsu, dan ふ adalah f lembut yang ditiup seperti lilin. Huruf c dalam bahasa Indonesia sudah memberimu chi secara cuma-cuma. Bacalah setiap contoh kata dengan suara keras, lalu taruh さ, き, dan ち pada satu kartu supaya matamu mempelajarinya lewat perbandingan.

  3. 3
    Hari 4: baris m, y, r, w, ditambah ん

    Enam belas huruf terakhir menuntaskan seluruh 46. Beri perhatian lebih pada れ, ね, dan わ, lalu latih る melawan ろ dan ぬ melawan め, karena satu simpul tertutup saja yang memisahkan tiap pasangan. Malam ini kamu sudah bisa melafalkan kata apa pun yang ditulis dengan hiragana dasar, bahkan tanpa tahu artinya.

  4. 4
    Hari 5: dakuten, handakuten, dan yōon

    Hari ini tidak ada bentuk baru, hanya tanda. Tambahkan dua goresan untuk が, ざ, だ, dan ば, lingkaran kecil untuk ぱ, lalu kerjakan gabungan ゃ, ゅ, ょ. Baca きゃ bersebelahan dengan きや, dan びょういん bersebelahan dengan びよういん, sampai perbedaan ukurannya langsung terlihat.

  5. 5
    Hari 6: kasus-kasus khusus

    Latih っ kecil dengan pasangan sungguhan: きて melawan きって, おと melawan おっと. Latih ん sebagai ketukan tersendiri pada ほん dan さんぽ. Tutup dengan tiga cara baca partikel, は sebagai “wa”, へ sebagai “e”, dan を sebagai “o”, lalu tulis lima kalimat pendek yang memakai ketiganya. Inilah hari yang memisahkan membaca hiragana dari membaca bahasa Jepang.

  6. 6
    Hari 7: baca bahasa Jepang sungguhan tanpa romaji

    Tutupi setiap romanisasi dan bacalah sesuatu yang ditulis untuk manusia: buku bergambar anak-anak, kemasan makanan, atau bacaan berjenjang untuk pemula. Kamu akan lambat, dan lambat itu tidak masalah. Kecepatan adalah persoalan pengenalan, dan pengenalan datang dari jam terbang, bukan dari belajar lebih lama.

Jembatan keledai, urutan goresan, dan rutinitas harian

Satu kaitan berbasis bentuk mengubah huruf yang menakutkan menjadi sesuatu yang akrab, dan gambaran yang kamu ciptakan sendiri lebih melekat daripada yang diberikan orang lain. Beberapa yang sering dipakai para pelajar:

  • つ (tsu) mengawali つなみ (tsunami), dan hurufnya tampak seperti ombak yang menggulung.
  • め (me) dengan sendirinya berarti mata, jadi huruf dan katanya saling mengajari.
  • き (ki) berbunyi seperti kata Inggris “key” dan membawa dua gerigi kecil seperti anak kunci.
  • ふ (fu) sering digambar sebagai Gunung Fuji, ふじさん, yang diawali bunyi yang sama.

Urutan goresan layak dibenahi sejak hari pertama. Masukan tulisan tangan di ponsel dan tablet membaca urutan serta arah goresanmu, bukan hanya gambar jadinya, sehingga huruf yang dibangun dengan urutan keliru bisa gagal dikenali. Aturannya: dari atas ke bawah, dari kiri ke kanan, dan goresan mendatar sebelum goresan tegak yang memotongnya. Untuk diagram beranimasi, tabel hiragana Genki dari The Japan Times memutar urutan goresan dan audio untuk keseluruhan 46 huruf, sedangkan artikel Wikipedia tentang hiragana menjelaskan asal-usul bentuk-bentuk ini.

Untuk latihan harian, bacalah contoh katanya dengan suara keras, lalu sebutkan setiap huruf sambil menutup kolom romaji. Angka adalah langkah berikutnya yang paling wajar, dan panduan angka Jepang memakai kana yang baru saja kamu pelajari. Pusat bahasa Jepang menyusun apa yang datang sesudah itu.

Ringkasan singkat: tabel hiragana

  • Inti persoalan: hiragana lebih dulu

    Hiragana terdiri atas 46 huruf dasar, masing-masing sepanjang satu ketukan, dan inilah aksara yang menjalankan tata bahasa Jepang. Pelajari sebelum katakana dan jauh sebelum kanji.

  • Hiragana dipakai untuk apa?

    Untuk kata asli Jepang, partikel tata bahasa, akhiran kata kerja dan kata sifat (okurigana), serta petunjuk baca furigana. Kata serapan dan nama asing diambil alih oleh katakana.

  • Apa fungsi っ dan ん?

    っ kecil menahan konsonan berikutnya selama satu ketukan tanpa suara, sehingga きて berubah menjadi きって. ん adalah satu-satunya konsonan yang berdiri sendiri dan dihitung sebagai satu ketukan.

  • Partikel yang berganti cara baca

    Ketika menjalankan tugas tata bahasa, は dibaca “wa”, へ dibaca “e”, dan を selalu “o”. Di dalam kata biasa, は dan へ mempertahankan bunyi normalnya.

  • Hal terpenting untuk dibawa pulang

    Empat puluh enam huruf ditambah beberapa tanda kecil mencakup seluruh bunyi bahasa Jepang. Kebanyakan pelajar membaca seisi tabel dalam seminggu sesi harian yang singkat.

Lanjutkan belajar bahasa Jepang

Sekarang kamu sudah bisa membaca tabel hiragana. Bawa 46 bunyi yang sama ini ke katakana, ke angka, dan ke kalimat bahasa Jepang pertamamu.

Tanya jawab seputar hiragana

Bacaan lainnya